Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Memilukan, Sebelum Tewas Terbakar, Bocah Penghafal Alquran Tulis Surat Ini untuk Ayah Ibunya : "Saya Jadi Hafiz Biar Ayah dan Ibu masuk surga"

Bocah berusia 11 tahun ini merupakan salah seorang santri yang menjadi korban kebakaran pesantren Tahfiz Darul-Quran Ittifiqayah di Malaysia.


Amiel tewas bersama 21 temannya dan dua perawat di pondok pesantren itu. Setelah kejadian, orangtua Amiel mengungkapkan fakta yang memilukan kepada awak media.

Orangtua Amiel menunjukan isi surat terakhir yang ditulis buah hatinya untuk mereka.

Isi surat itu berisi permemohonan maaf dan luapan rasa sayang Amiel kepada ibu bapaknya.

"Ibu dan Ayah, maafkan saya jika saya telah melakukan kesalahan.

Amiel sangat mencintai kalian berdua. Terima kasih telah merawat saya selama ini.

Saya tidak tahu bagaimana membalas itu. Dan satu-satunya cara untuk membalasnya adalah dengan belajar di Tahfiz agar ayah dan ibu masuk surga," tulisnya di atas secarik kertas.

Nahas, setelah hari itu, Tahfiz yang terletak di Jalan Datuk Keramat, Kuala Lumpur, tempat Amiel belajar mengalami kebakaran.

Amiel dan gurunya ditemukan tewas bertindihan di dalam bilik asrama.

Dari surat yang ia tulis, Amiel mengakui bahwa keinginannya masuk ke pondok pesantren tak lain karena ingin membalas budi kedua orangtuanya.

Amiel mengungkapkan dengan masuk pondok ia berharap dapat membantu ibu bapaknya masuk ke surga.

Post a Comment for "Memilukan, Sebelum Tewas Terbakar, Bocah Penghafal Alquran Tulis Surat Ini untuk Ayah Ibunya : "Saya Jadi Hafiz Biar Ayah dan Ibu masuk surga""