Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Awas Berpura Miskin Demi Terima Bantuan PKH Sanksi Penjara 5 Tahun Atau Denda Rp 50 juta


Polemik penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tidak tepat sasaran terus bermunculan. Penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial itu tidak akan meminta orang miskin, sebab banyak warga miskin yang tidak mendapatkan bantuan PKH dimana warga yang benar-benar miskin harapan untuk mendapatkan bantuan PKH.

Menanggapi hal tersebut Koordinator PKH Kabupaten Way Kanan Febri. SH, mengaku sudah menerima pengaduan warga di beberapa kampung / kelurahan di 14 Kecamatan Kabupaten Way Kanan yang menilai bantuan PKH tidak tepat sasaran di tahap pertama.

Iya memang ada pengaduan dari warga yang menilai penerima bantuan PKH tidak tepat sasaran. Sebenarnya adanya Keluarga Manfaat (KPM) yang Penerima sudah mampu namun tetap menerima bantuan PKH tidak bisa diartikan secara langsung bahwa bantuan PKH itu sendiri tidak tepat sasaran. Polemik ini, harus dikaji ulang dari awal pendataan penerima bantuan PKH saat ini terdapat KPM penerima PKH yang sudah kaya, namun itu menjadi baro meter yang percaya PKH untuk anggotaantas kemiskinian, ujar Febri.

Penerima PKH datanya diambil dari BPS. Itu yang harus dikaji ulang apakah penerima PKH yang kaya itu sudah mapan sejak awal jadi penerima PKH atau tidak, jika benar berarti ada eror manusia. Sedangkan kami hanya memastikan penerima yang ada dilapangan, tambahnya.

Febri melanjutkan, di dalam program PKH akan dilakukan exit KPM yang bertujuan untuk mengganti penerima PKH yang telah mampu secara ekonomi dalam enam tahun sekali.

Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kampung / kelurahan untuk meninjau ulang bagi penerima PKH yang sudah mampu dan memberikan pemahaman kepada warga agar tidak ada kesalahan presepsi. Selain itu pendamping PKH di tiap kecamatan telah melakukan pendekatan pribadi dan alhamdulillah sudah ada beberapa warga yang mengundurkan diri menolak untuk menerima bantuan PKH dikarnakan dirinya tidak berhak menerima bantuan PKH (telah mampu), menyetujui juga dengan surat penyataan tertulis di atas kertas bermaterai, terangnya.

Febri, berharap kepada warga yang mendapatkan bantuan PKH dan yang merasa telah mampu diharapkan mengundurkan diri dengan cara membuat surat penyataan tertulis di atas kertas bermaterai dan diserahkan kepada pendamping PKH.

Sedangkan bagi warga penerima PKH yang telah mampu tetapi masih menerima bantuan PKH dan tidak mengundurkan diri dapat dikenakan Undang-Undang 13 tahun 2011 seperti yang dijelaskan :

BAB VIII KETENTUAN PIDANA yang berbunyi:
Pasal 42 Setiap orang yang memalsukan data verifikasi dan validasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
Pasal 43 (1) Setiap orang yang menyalahgunakan dana penanganan fakir miskin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Post a Comment for "Awas Berpura Miskin Demi Terima Bantuan PKH Sanksi Penjara 5 Tahun Atau Denda Rp 50 juta"