Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Kisah Pilu Dodo, Anak Disabilitas yang Menaggis Peluk Jenazag Ibunya, Ia Ditelantarkan Ayah Sejak Ibu Sakit


Kisah pilu menimpa seorang anak disabilitas bernama Dodo, kini sedang viral di media sosial.


Anak disabilitas ini tak henti menangis sambil peluk jenazah ibunya yang sudah terbujur kaku.

Kabar menyedihkan ini awalnya diposting di akun TikTok daniar.chn11 yang merupakan salah satu anggota keluarga sang bocah.

Dalam video tersebut, terlihat seorang bocah laki-laki bernama Dod itu hanya bisa peluk jenazah ibunya.

Berkali-kali Dodo mencoba membangunkan ibunya, namun tetap tak ada hasil karena sudah meninggal dunia.


Kemudian, di atas layar ada beberapa orang diduga keluarga sang anak disabilitas.

Para keluarga yang berada di Sukabumi ini ikut menangis melihat keadaan sang anak disabilitas dan jenazah ibunya.


Mereka mencoba menenangkan sang anak yang tak henti menangis sebut nama ibunya.

“Kamu anak yang hebat dan kuat,” tulis Daniar, dikutip TribunnewsBogor.com, Minggu (11/10/2020).

Diakui Daniar, bocah laki-laki disabilitas itu sudah berjuang merawat ibunya yang sakit keras di daerah perantauan di Bangka Belitung.

Sementara itu, ayahnya malah menelantarkan sang bocah dan ibunya.

“Malaikat kecil yang merawat ibunya yang sakit keras di perantauan ( Bangka Belitung), tanpa seorang ayah,” tulis Daniar sambil menyelipkan emoji menangis.

Hanya tinggal berdua dengan sang ibu, kini anak disabilitas itu harus sendirian pasca ditinggal wafat orang tercintanya.

Daniar dan keluarga ingin menjemput bocah laki-laki itu dan jenazah ibunya ke kampung halaman di Sukabumi.

“Kita pasti secepatnya menjemput kamu sayang. Kita kumpul sama-sama di sini (Sukabumi),” tulis Daniar.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Instagram akun @/manaberita, sosok bocah laki-laki anak disabilitas itu pun kini diketahui nama dan alamat lengkapnya.

“Si ade bernama Sanrido Sutopal (Dodo) sekarang dia tinggal di rumah tetangganya tidak lagi di rumah kontrakan. Tetangganya mengajukan usul agar si ade pulang ke Sukabumi setelah 7 hari meninggalnya si ibu. Artinya tanggal 18 Oktober 2020.

Alamat lengkap si ade di Desa Gadung RT 2 RW 8, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Beitung,” tulis akun Instagram tersebut.

Sumber: Tribunnews

Post a Comment for "Kisah Pilu Dodo, Anak Disabilitas yang Menaggis Peluk Jenazag Ibunya, Ia Ditelantarkan Ayah Sejak Ibu Sakit"