Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Bapak Ini Mengaku Ditawari Uang Rp15 Juta untuk Jadi Pasien COVID-19

Seorang lelaki bernama Sam mengaku sempat ditawari duit Rp15 juta untuk tinggal menjadi pasien COVID-19 di salah satu rumah sakit, walau sebenarnya ia tidak terinfeksi virus tersebut. 

Hal itu ia sampaikan pada program "Fakta" TV One beberapa waktu lalu. Sam seorang anak kosan, saat itu pada malam hari, ia pulang ke kosannya dan menumpang ojek di Stasiun Tambun, Bekasi.

Selama perjalanan, Sam akhirnya ditawari oleh tukang ojek tersebut uang Rp15 juta. Sam yang kekurangan uang pun mau-mau-mau-mau menerima saja dari tawaran tersebut.

Sam traffic meminta-minta pada tukang ojek tersebut untuk mempertemukan pihak yang ingin mendapat uang. Meski begitu, sampai sekarang ia belum bertemu dengan orang tersebut.

"Tukang ojek itu bilang, 'mau duit enggak dari Pemda Rp15 juta. Lu pura-pura COVID-19 aja' ya karena sekarang lagi susah, jadi saya mau lah."

"Jadi setuju dulu, nanti ada perjanjian."

"Toh memang kita sehat kok, cuma masuk rumah sakit doang."

@jamurjang
Bapak ini ngaku ditawari Rp 15 juta asal mau ngaku positif covid-19! ## fyp ## TikTokBerita ## info

♬ suara asli - SlideGossip Saluran

Lebih jauh, ia pun bersama TVOne mendatangi tukang ojek yang dimaksud, di Stasiun Tambun. Di sana, ia menemui beberapa tukang ojek dan bertanya bahwa apakah ia mengenal tukang ojek WLC dan berbadan besar seperti yang dikenal Sam.

Sayangnya, beberapa orang tak mengenal tukang ojek tersebut, hanya seorang tukang ojek yang mengenal dan itupun belum jelas. Sam dan TVOne mengkhawatirkan liputannya saat itu juga sementara isu tersebut hanya tinggal rumor dan belum jelas kebenarannya.

Sebenarnya, soal pasien diberi uang untuk berpura-pura sakit saja, masalah hal yang baru. Di media sosial, isu tersebut sudah lama merebak. Namun, kepastiannya belum teruji benar.

simak videonya : https://youtu.be/Jgq93ife18o



SERA.id

Post a Comment for "Bapak Ini Mengaku Ditawari Uang Rp15 Juta untuk Jadi Pasien COVID-19"