Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Meninggal Saat Sholat Isya, Kematian Jemaah Ini Dicemburui Banyak Orang

Korban meninggal saat dalam rakaat dua atau tiga sholat Isyak.

Dream - Meninggal dunia dalam husnul khatimah, pengakhiran yang baik, menjadi keinginan semua umat Islam.

Bagaimana tidak? Karena saat terakhir kali kita berada di dunia ini sebelum 'berhijrah' ke alam berikutnya.

Kalau baik pengakhirannya, maka Insyaallah baik pula perjalanan berikutnya. Sementara jika buruk pengakhiran hidup di dunia ini. Nauzubillahi min zalik.

Meninggal Saat Rakaat Kedua atau Ketiga

Salah satu kematian husnul khatimah yang paling dimuliakan adalah meninggal dunia dalam keadaan sedang sholat.

Nah, kematian yang dicemburui inilah yang terjadi di Masjid Bandar Seri Putra, Bangi, Selangor, Malaysia, baru-baru ini.

Seorang jemaah masjid bernama Haji Abdul Latif ditakdirkan kembali ke Rahmatullah setelah jatuh tidak sadarkan diri saat dalam rakaat kedua / ketiga sholat Isyak.

Pelajaran Bagi Yang Hidup Agar Menjaga Sholat

Yang lebih perhatian hati, almarhum yang meninggal di usia 75 tahun merupakan seorang jemaah yang selalu sholat di masjid tersebut.

Banyak yang menganggap Haji Abdul Latif sangat beruntung karena 'berpeluang' menghadap Ilahi ketika dalam sholat.

Semoga kematian peristiwa ini memberi pelajaran agar kita senantiasa menjaga sholat. Siapa tahu satu hari nanti kita juga mendapat kemuliaan meninggal dalam keadaan sedang sholat.

Semoga almarhum ditempatkan di dalam kalangan orang-orang yang beriman di sisi Allah SWT. Aamiin.

Sumber: Siakapkeli.my


Kematiannya Dicemburui, Pemuda Meninggal Saat Pulang Usai Sholat di Masjid

Dream - Kematian pemuda Malaysia bernama Mohamad Ammar Lukman Roslan pada Selasa, 25 Agustus 2020, tidak hanya mengundang duka keluarga, tapi juga warga di sekitar rumah adat.

Pemuda 23 tahun itu kecelakaan saat pulang ke rumah tinggal yang terletak sekitar 50 meter dari masjid usai menunaikan sholat Asar.

Dalam kejadian pukul 17.30 waktu setempat, Ammar yang biasa membantu yang berjualan ikan di pasar meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban mengalami kecelakaan di Kilometer 30 Jalan Pantai arah Kuala Terengganu-Kota Bharu yang berada di dekat Kampung Mengabang Lekor, Kuala Nerus.


Detik-detik Kecelakaan Maut Itu

Sebuah mobil Perodua Bezza yang dikendarai oleh seorang wanita berusia 60 tahun tiba-tiba kehilangan kendali dan menabrak korban.

Akibat kecelakaan itu, korban ke bahu jalan dan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala.

Keluarga dan teman-teman mengunggah ucapan takziah di media sosial. Mereka juga mengungkapkan sifat yang dikenal ramah dan saleh.


Pribadi yang Saleh dan Murah Senyum

Menurut salah satu situs, almarhum Ammar dikenal sebagai pribadi yang baik. Almarhum juga murah senyum kepada siapa saja, meski belum dikenalnya.

Tidak itu saja, seorang teman lainnya mengatakan bahwa almarhum baik bukan hanya perilakunya saja. Tapi juga akhlak dan wajib.

Menurut status di Facebook salah satu saudaranya, kecelakaan itu terjadi karena kelalaian pengemudi mobil yang menabrak almarhum.

Katanya, almarhum Ammar tidak sedang melintasi jalan atau berjalan agak menengah sehingga mengalami kecelakaan.

"Dia berjalan sangat di pinggir, tapi tetap saja orang itu menabraknya," tulisnya.


Kematian yang Dicemburui

Yang membuat sedih, warga yang menolong menutup jasad Ammar dengan sajadah yang dia pakai untuk sholat di Masjid Mengabang Lekor.

Seorang ustaz bernama Mohd Shafizi Ismail juga dikenal belasungkawa. Uztaz Shafizi mengatakan kematian almarhum ini begitu mulia karena meninggal setelah menunaikan sholat Asar.

“Saya ingin mengucapkan salam takziah buat seluruh ahli keluarga arwah Ammar, dikatakan excident selepas pulang menunaikan solat waktu asar di Masjid Mengabang Lekor. Ya Allah mulianya matimu dik.

"Marilah kita sama-sama doakan semoga arwah ditempatkan dalam kalangan para solihin insyaAllah," tulis ustaz Shafizi.

Sumber: Oh My Media

Post a Comment for " Meninggal Saat Sholat Isya, Kematian Jemaah Ini Dicemburui Banyak Orang"