Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Hanya Karena Gak Diberi Uang, Anak Durhaka Ini Tega Pukuli Ayahnya dan Bacok Pamannya yang Mencoba Untuk Melerai

Hanya Karena Gak Diberi Uang, Anak Durhaka Ini Tega Pukuli Ayahnya dan Bacok Pamannya yang Mencoba Untuk Melerai

Seorang pemuda di Serdang Bedagai, Sumut, gelap mata hanya karena tidak diberi uang. Dia memukuli perintah dan membacok pamannya yang coba melerai.


Pemuda yang menganiaya ayah dan pamannya bernama Ahmad Fadli alias Fadli (19).


“Penganiayaan itu dilakukan di rumah mereka di Dusun III, Desa Senah, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Sedang Bedagai, Senin (21/9) sekitar pukul 17.30 WIB,” kata Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang kepada wartawan, Rabu (23/9).


Akibat penganiayaan itu, kerusakan, Ahmad Murzi (50), terluka di wajah dan bibir. Sementara pamannya, Syahrial mengalami luka bacok di bagian kaki kanan.


Robinson menjelaskan, peristiwa itu diawali pertengkaran antara Fadli dengan pernyataan. Pemuda itu marah-marah karena tidak diberi uang.


"Pelaku tiba-tiba langsung memukuli membabi-buta beberapa kali sehingga mengenai bibir dan mengalami luka serta mengeluarkan darah," ungkapnya.


Murzi yang ketakutan akhirnya kabur ke rumah adiknya, Syahrial, yang juga di desa yang sama. Di sana dia telah menyatakan putranya.


Syahrial kemudian menemani abangya pulang. Namun, setibanya di depan pintu, Fadli langsung memukul wajah.

Sahrizal coba melerai. Namun, Fadli mengambil parang dari belakang rumah. Dia membacok kaki kanan pamannya.


Kedua korban kemudian mundur, sedangkan Fadli meminta semua pintu rumah. Dia menghunus sebilah parang sambil mengancam siapa saja yang nekat masuk ke rumah.


Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Kepala Desa Sena dan diteruskan ke Polsek Perbaungan. Sekitar pukul 00.30 WIB, Fadli diamankan.


“Kita juga bukti bukti sebilah parang dengan gagang berwarna hitam,” tutup Robinson.


Sumber: Merdeka

Post a Comment for "Hanya Karena Gak Diberi Uang, Anak Durhaka Ini Tega Pukuli Ayahnya dan Bacok Pamannya yang Mencoba Untuk Melerai"